1. Cari permasalahan atau solusi dari lambang
network connection tidak muncul pada taskbar.
Jawab :
a. Untuk Windows XP
1.Buka Network Connection, Klik
Start -> Control Panel -> Network Connection
2.Kemudian Klik Kanan Local Area
Connection Lalu Klik Properties
3.Setelah Mengklik Properties,Lalu Centang/Ceklist "Show
Icon In Notification Area When Connected" Lalu Klik Ok
b. Untuk Windows 7, 8 & 10
Untuk Pengguna Sistem Operasi Windows ini Bisa Mengikuti Langkah-Langkah Di Bawah Ini.
1.Klik Show Hidden Icon Atau Tanda Panah Pada Taskbar Setelah Itu Klik Lagi Pada Customize Seperti Contoh Gambar Dibawah Ini.

b. Untuk Windows 7, 8 & 10
Untuk Pengguna Sistem Operasi Windows ini Bisa Mengikuti Langkah-Langkah Di Bawah Ini.
1.Klik Show Hidden Icon Atau Tanda Panah Pada Taskbar Setelah Itu Klik Lagi Pada Customize Seperti Contoh Gambar Dibawah Ini.
2.Lalu Ubah Pengaturan Pada Network Menjadi Show
Icon And Notifications Setelah Itu Klik OK,Seperti Contoh Gambar Dibawah
Ini.

Jika Anda Sudah Mengikuti Salah Satu Tutorial Diatas Dengan Benar Maka Icon Network Connection Akan Tampil Di Taskbar.
Jika Anda Sudah Mengikuti Salah Satu Tutorial Diatas Dengan Benar Maka Icon Network Connection Akan Tampil Di Taskbar.
2. Icon network sudah muncul ditaskbar hanya saja sering muncul tanda seru kuning.
maka setelah di klik maka tampilan
seperti gambar di bawah ini
klik properties
seperti gambar di atas pojok kiri maka tampilannya seperti di bawah ini
Add
caption
|
maka selanjutnya sobat gaul klik internet protokol version 4 (TCP/IPv4) maka tampilanya akan seperti gambar di bawah ini
Ubah lah IP addres di belakang saja
secara berurutan seperti gambar di bawah dan di atas setelah di rubah
maka tampilan akan seperti gambar di
bawah setelah di rubah
3.
Permasalahan jaringan
yang ada pada lapisan – lapisan osi layer serta solusinya
Model OSI juga
menyediakan dasar yang sistematis untuk
mengatasi masalah jaringan. Dalam setiap skenario
troubleshooting, prosedur pemecahan masalah dasar meliputi langkah-langkah
berikut:
- Mengidentifikasi dan memprioritaskan solusi alternatif.
- Pilih salah satu alternatif sebagai solusinya.
- Mengimplementasikan solusi.
- Mengevaluasi solusi.
Model OSI dapat
digunakan sebagai pedoman untuk pemecahan
masalah. Menggunakan model berlapis, ada tiga pendekatan
pemecahan masalah yang berbeda yang teknisi
dapat digunakan untuk mengisolasi masalah:
- Bottom-Up
Pendekatan bottom up
dimulai dengan komponen fisik dari jaringan
dan bekerja dengan cara naik lapisan dari model OSI.
Pemecahan masalah bottom-up merupakan pendekatan yang efektif dan efisien untuk
tersangka masalah fisik.
- Top-Down
Pendekatan top-down dimulai dengan
aplikasi pengguna dan bekerja dengan cara menuruni lapisan dari
model OSI. Pendekatan ini dimulai dengan
asumsi bahwa masalahnya adalah dengan aplikasi
dan bukan infrastruktur jaringan.
- Divide-and-Conquer
digunakan oleh teknisi
jaringan lebih berpengalaman. Teknisi membuat
tebakan menargetkan lapisan masalah dan kemudian
berdasarkan hasil pengamatan,bergerak ke atas atau
bawah lapisan OSI.
Layer
1 Troubleshooting
Layer 1 berkaitan dengan
konektivitas fisik dari perangkat jaringan. Permasalahan layer 1 sering
melibatkan kabel dan listrik, dan merupakan alasan untuk memanggil help desk.
Beberapa umum layer 1 meliputi :
- Daya perangkat mati
- Daya perangkat dicabut
- Koneksi jaringan kabel yang longgar
- Jenis kabel yang salah
- Kabel jaringan yang rusak
- Titik akses nirkabel rusak
- Pengaturan nirkabel yang salah, misalnya SSID
Untuk
memecahkan masalah pada Layer 1, periksa dulu bahwa semua perangkat
listrik telah menyala. Hal ini mungkin tampaknya menjadi
solusi yang jelas, tetapi banyak kali
orang yang melaporkan masalahnya mungkin mengabaikan
perangkat yang berada dalam jalur jaringan
dari sumber ke tujuan. Jikaada LED yang
menampilkan status keterhubungan, mem verifikasi
dengan pelanggan bahwa mereka sedang menandakan
secara benar. Secara visual memeriksa semua pemasangan kabel jaringan dan
menyambung kembali kabel untuk memastikan koneksi yang benar. Jika masalahnya
adalah dengan nirkabel, pastikan titik akses nirkabel operasional dan bahwa
pengaturan nirkabel dikonfigurasi dengan benar.
Ketika
sedikit troubleshooting suatu masalah, teknisi harus menasihati pemanggil
melalui setiap langkah, apa yang harus dicari, dan apa yang harus dilakukan jika
kesalahan ditemukan. Jika itu ditentukan bahwa semua Layer 1 terbitan telah
ditujukan, sekarang saatnya untuk bepergian atas, model OSI ke Layer 2. Ketika
sedikit troubleshooting suatu masalah, teknisi harus segera memberi
tahu penelepon melewati setiap langkah, apa yang harus dicari, dan
apa yang harus dilakukan Jika suatu kesalahan ditemukan.
Layer
2 Troubleshooting
- Masalah pada Layer 2 dapat disebabkan oleh peralatan yang rusak, driver perangkat yang salah, atau switch salah dikonfigurasi. Ketika troubleshooting suatu masalah, mungkin sulit untuk mengisolasi masalah pada layer 2
- Seorang teknisi on-site dapat memeriksa apakah NIC terinstal dan bekerja dengan benar. Reseating NIC, atau mengganti NIC rusak dapat membantu untuk mengisolasi masalah. Proses yang sama dapat dilakukan dengan switch jaringan
Layer
3 Troubleshooting
Pada Layer 3, teknisi perlu
menyelidiki pengalamatan logis digunakan dalam jaringan, seperti skema alamat
IP. Jika jaringan menggunakan alamat IP, teknisi
memverifikasi bahwa perangkat tersebut memiliki
pengaturan yang tepat, seperti:
- Alamat IP dalam jaringan yang ditetapkan
- Correct subnet mask
- Default gateway yang benar
- Pengaturan lain yang diperlukan, seperti DHCP atau DNS
Pada Layer 3, beberapa utilitas
dapat membantu dengan proses pemecahan masalah. Tiga command line yang
paling umum adalah :
- ipconfig - Menunjukkan pengaturan IP pada komputer
- ping - Tes konektivitas jaringan dasar
- Tracert - Melihat jalur routing antara sumber dan tujuan tersedia
- Kebanyakan masalah jaringan biasanya dapat diatasi dengan menggunakan ini Layer 1, 2, dan 3 teknik Troubleshooting.
Layer 4 Troubleshooting
Jika Layers 1 sampai 3 semua muncul
untuk menjadi beroperasi secara normal dan teknisi berhasil bisa nge-ping
alamat IP dari server jauh, sekarang
saatnya untuk memeriksa lapisan yang lebih
tinggi. Sebagai contoh, suatu firewall jaringan digunakan sepanjang
alur, penting untuk memeriksa bahwa aplikasi TCP atau UDP port terbuka dan
tidak ada filter mendaftar sedang menghalangi lalu lintas ke port tersebut.
Layer
5 - 7 Troubleshooting
Teknisi juga harus memeriksa
konfigurasi aplikasi. Sebagai contoh, jika troubleshooting suatu email,
pastikan bahwa aplikasi yang dikonfigurasi benar
mengirim dan menerimainformasi server email.
Hal ini juga diperlukan untuk memastikan bahwa resolusi nama
domain berfungsi seperti yang diharapkan.
4.Pemecahan
masalah lapisan transportasi jaringan LAN
Protokol pengguna datagram (UDP)
UDP ( User Datagram Protocol )adalah
transport layer yang tidak andal ( unreliable ), connectionless dan merupakan
kebalikan dari transport layer TCP.
(RIAN, 2013) Fungsi UDP memberikan pelanggan sebuah transfer data
yang tidak dapat diandalkan di mana ketika proses mengirim pesan dalam
bentuk datagram, dan protokol UDP tidak memberikan jaminan penyampaian pesan
tertentu / datagram ke soket (end node) pada sistem penerima. (ADMIN, 2012)
Struktur Data Gram Protokol UDP
delapan (8) byte datagram Pertama
berisi informasi header dan byte tersisa berisi data pesan. datagram
header UDP terdiri dari empat (4) bidang dengan masing-masing memiliki ukuran
yang sama dengan dua byte:
1.
Nomor port sumber
2.
Nomor port tujuan
3.
ukuran Datagram
4.
Checksum (wikipedia, t.thn.)
Transport protokol kontrol (TCP)
TCP/IP (Transmission Control
Protocol/Internet Protocol) adalahprotokol yang digunakan internet dalam proses
tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan
Internet.Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokolini
berupa kumpulan protokol. (Setiawan, 2011)
merupakan suatu protokol yang berada di lapisan transpor (baik itu dalam
tujuh lapis model referensi OSI atau model DARPA) yang berorientasi sambungan (connection-oriented)
dan dapat diandalkan (reliable). (Kimcil)
Header TCP
Sebuah
segmen TCP terdiri atas sebuah header dan segmen data (payload), yang
dienkapsulasi dengan menggunakan header IP dari protokol IP.
Ukuran dari header TCP adalah
bervariasi, yang terdiri atas beberapa field yang ditunjukkan dalam gambar dan
tabel berikut. Ukuran TCP header paling kecil (ketika tidak ada tambahan opsi
TCP) adalah 20 byte.
Format header TCP, dilengkapi dengan
ukuran setiapfield-nya (wikipedia, n.d.)
Transport komponen lapisan protokol
inti netware (NCP)
Sebagai hasil dari usaha para
programmer dari seluruh dunia, Linux tidak akan tercipta tanpa Internet. Jadi
tidaklah mengherankan apabila pada tahap awal pengembangan, beberapa orang
mulai mengerjakan kemampuan jaringan di Linux. implementasi UUCP di Linux sudah
ada sejak awal dan jaringan dengan basis TCP/IP mulai dikerjakan sejak musim
gugur 1992, ketika Ross Biro dan yang lainnya mengerjakan sesuatu yang kini
disebut dengan Net-1. (yyuniarti4, 2014)
5.
Pemecahan
masalah lapisan sesi jaringan LAN
1. DNS
Pengertian
DNS (Domain Name System ) :
DNS (Domain Name System) adalah sebuah sistem yang
menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis
data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan:
Internet. Domain Name System ini merupakan sistem penamaan hirarkis yang
nantinya didistribusikan untuk suatu komputer, jasa, atau sumber daya terhubung
ke Internet maupun jaringan pribadi. DNS biasanya digunakan sebuah Layanan Nama
Domain untuk menyelesaikan permintaan untuk nama-nama website menjadi alamat IP
untuk tujuan menemukan layanan komputer serta perangkat di seluruh dunia.
Menurut Wikipedia, pengertian DNS (Domain Name System) adalah
sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host ataupun nama domain
dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan
komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host
dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima
surel (email) untuk setiap domain. Menurut browser Google Chrome, DNS adalah
layanan jaringan yang menerjemahkan nama situs web menjadi alamat internet.
Fungsi
DNS (Domain Name System) :
Fungsi dasar dari DNS (Domain Name System) adalah untuk
menerjemahkan atau mentranslasikan alamat ip menjadi sebuah nama domain dan
juga sebaliknya. Contohnya saja alamat facebook.com, google.com, dan
situs-situs lainnya merupakan alamat ip dari situs tersebut yang kemudian
ditranslasikan menjadi sebuah nama domain.
Manfaat
DNS (Domain Name System ) :
Manfaat yang paling umum dari DNS (Domain Name System) tentu
saja untuk mempermudah pengguna dalam mengakses situs yang kita buat. Secara
umum manusia lebih mudah mengingat kata dari pada mengingat angka, karena itu
para pengguna internet akan lebih mudah untuk mengingat alamat situs kita
berupa nama domain daripada berupa alamat ip.
Cara
Kerja DNS
Untuk menjalankan tugasnya, server DNS memerlukan program client
yang bernama resolver untuk menghubungkan setiap komputer user dengan server
DNS.
Program resolver yang dimaksud adalah web browser dan mail
client. Jadi untuk terhubung ke server DNS, kita perlu menginstall web browser
atau mail client pada komputer kita.
Dari gambar di atas, kita bisa sedikit mendeskripsikan cara
kerja server DNS sebagai berikut :
1.
DNS resolver melakukan pencarian alamat host pada file HOSTS.
Jika alamat host yang dicari sudah ditemukan dan diberikan, maka proses
selesai.
2.
DNS resolver melakukan pencarian pada data cache yang sudah
dibuat oleh resolver untuk menyimpan hasil permintaan sebelumnya. Bila ada,
kemudian disimpan dalam data cache lalu hasilnya diberikan dan selesai.
3.
DNS resolver melakukan pencarian pada alamat server DNS pertama
yang telah ditentukan oleh pengguna.
4.
Server DNS ditugaskan untuk mencari nama domain pada cache-nya.
5.
Apabila nama domain yang dicari oleh server DNS tidak ditemukan,
maka pencarian dilakukan dengan melihat file database (zones) yang dimiliki
oleh server.
6.
Apabila masih tidak ditemukan, pencarian dilakukan dengan
menghubungi server DNS lain yang masih terkait dengan server yang dimaksud.
Jika sudah ditemukan kemudian disimpan dalam cache lalu hasilnya diberikan.
Jadi, jika apa yang dicari di server DNS pertama tidak
ditemukan. Pencarian dilanjutkan pada server DNS kedua dan seterusnya dengan 6
proses yang sama seperti di atas.
2. NET BIOS
Pengertian
NetBIOS
NetBIOS (Network Basic Input/Output System) adalah sebuah
spesifikasi yang dibuat oleh International Business Machine (sebenarnya dibuat
oleh Sytek Inc. untuk IBM) dan Microsoft yang mengizinkan aplikasi-aplikasi
terdistribusi agar dapat saling mengakses layanan jaringan, tanpa memperhatikan
protokol transport yang digunakan.
Fungsi
NetBIOS
- Naming Services
Dipergunakan untuk
menyebarkan nama group, user dan komputer ke jaringan. Ia juga bertugas untuk
memastikan agar tidak terjadi duplikasi nama.
- DataGram Support
Menyediakan transmisi
tanpa koneksi yang tidak menjamin suksesnya pengiriman paket, besarnya tidak
lebih besar dari 512 bytes. Metode datagram ini digunakan oleh naming services.
- Session Support
Memungkinkan transmisi
dimana sebuah virtual circuit session diadakan sedemikian rupa sehingga
pengiriman paket dapat dipantau dan dikenali.
3. NetBios Over LLC
Logical Link Control (LLC) adalah salah satu dari dua buah sub-layer dalam lapisan data-link, selain lapisan Media Access Control (MAC), yang digunakan dalam jaringan Local Area Network (LAN).
Logical Link Control (LLC) adalah salah satu dari dua buah sub-layer dalam lapisan data-link, selain lapisan Media Access Control (MAC), yang digunakan dalam jaringan Local Area Network (LAN).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar